Kepala BNN akui anggotanya teledor dalam penangkapan Noviadi
Berita Hot - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso mengatakan, perusakan kantor BNNP Kaltim, oleh warga bakal menjadi bahan evaluasinya ke depan dalam penangkapan terduga pelaku narkoba. Perusakan itu dipicu tewasnya seorang warga Jalan Kakap, Samarinda Ilir, Noviandi, diduga terkait kasus narkoba.- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso mengatakan, perusakan kantor BNNP Kaltim, oleh warga bakal menjadi bahan evaluasinya ke depan dalam penangkapan terduga pelaku narkoba. Perusakan itu dipicu tewasnya seorang warga Jalan Kakap, Samarinda Ilir, Noviandi, diduga terkait kasus narkoba.Penyerangan terpicu lantaran meninggalnya Noviadi ditangan petugas BNNP Kaltim karena tiga kali ditembak kalinya oleh petugas. Budi Waseso menganggap hal tersebut biasa saja karena adanya perlawanan.
"Anggota menganggap biasa saja. Tapi setiap jaringan bandar pengedar pasti akan mempertahankan diri. Dia akan berusaha melakukan perlawanan dengan cara apa saja," katanya.
Mantan Kabareskrim Polri ini tidak menjelaskan bentuk perlawanan Noviandi kepada petugas BNNP Kaltim. Namun, dia memastikan, proses penelusuran pasti dijalankan.
"Pasti akan kita selidiki," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sekelompok orang yang merupakan keluarga dan rekan Noviadi membawa jenazahnya ke Markas BNNP Kaltim, Samarinda, Kamis (29/12). Mereka bertindak anarki dengan merusak bagian depan markas tersebut.
Sebelum pengerusakan itu, Noviandi sebelumnya melakukan penusukan terhadap anggota BNNP Kaltim, saat operasi penggerebakan pada Minggu (25/12). Akibatnya, anggota BNNP Kaltim itu mengalami lima luka tusukan dan kini masih dirawat di RS AW Syahranie Samarinda.
Noviandi akhirnya ditangkap pada Rabu (28/12) dan terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan lantaran melawan saat ditangkap. Sayangnya, saat dievakuasi ke RS terdekat, Noviadi diduga kehabisan darah dan meregang nyawa.
"Anggota menganggap biasa saja. Tapi setiap jaringan bandar pengedar pasti akan mempertahankan diri. Dia akan berusaha melakukan perlawanan dengan cara apa saja," katanya.
Mantan Kabareskrim Polri ini tidak menjelaskan bentuk perlawanan Noviandi kepada petugas BNNP Kaltim. Namun, dia memastikan, proses penelusuran pasti dijalankan.
"Pasti akan kita selidiki," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sekelompok orang yang merupakan keluarga dan rekan Noviadi membawa jenazahnya ke Markas BNNP Kaltim, Samarinda, Kamis (29/12). Mereka bertindak anarki dengan merusak bagian depan markas tersebut.
Sebelum pengerusakan itu, Noviandi sebelumnya melakukan penusukan terhadap anggota BNNP Kaltim, saat operasi penggerebakan pada Minggu (25/12). Akibatnya, anggota BNNP Kaltim itu mengalami lima luka tusukan dan kini masih dirawat di RS AW Syahranie Samarinda.
Noviandi akhirnya ditangkap pada Rabu (28/12) dan terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan lantaran melawan saat ditangkap. Sayangnya, saat dievakuasi ke RS terdekat, Noviadi diduga kehabisan darah dan meregang nyawa.

Tidak ada komentar